Pages

Saturday, April 12, 2014

CARA MENGETAHUI UMUR SEPEDA ONTHEL

Cara pertama : Cek Sepeda anda, catat merknya dan nomor rangka (frame number), kalau mau ambil jalan pintas, monggo ke webnya pak sahid : http://sepedaonthel.com/rangka_sepeda.p​hp, tinggal ketik merk dan nomer rangka.. akan ada jawabannya, jika masih belum yakin cari referensi framenumber melalui website/buku-buku literatur sepeda. (theo de kogel saja bawa contekan disakunya,referensi hitungan frame number beberapa merk sepeda belanda. nanti akan saya publikasikan)

Cara kedua : biasanya F4 kalau gak yakin dengan frame number, mereka akan ambil senter dan melihat tulisan kecil yang menempel di Torpedo/hub belakang. dan kembali mencontek draft tahun klasifikasi torpedo.

Cara ketiga : ini yang bisa dikira2.. coba cek bahan kontruksi rem (tulang-tulang’an rem) pada sepeda anda, lalu bahan dari stang/stir, dan bahan dari dudukan fork/garpu. kalau terbuat daribahan Nikel/vernikel.. maka itu berasal dari tahun sebelum 1930′an… jikalau berbahan chroom/Krom2an.. maka sepedanya setelah 1930an.

Cara Keempat : pastikan ketika memiliki sepeda, semua assesories bukan tambahan, karena assesories juga membantu mendeteksi tahun sepeda, contoh : lampu elektrik yang berpasangan dengan dinamo (satu merk) biasanya setelah tahun 1930′an, sebelum tahun 1920′an biasanya memakai lampu manual (lampu minyak/karbit), juga setopan belakang.. yang memakai mika dan list karet lebih tua daripada setopan reflektor, begitu juga dengan sadel..dengan hanspat.. bahkan boncengan..

Cara Kelima : Pastikan anda mendapatkan sepeda tersebut punya nilai historis yang kuat dan diakui kebenarannya, jangan percaya 100% kalau sepeda ini buatan tahun sekian dan sekian.. inget Hukum dagang, makin lebay pedagangnya mempromosikan ini-itu, makin cepet kepingin barangnya laku. waspadalah..waspadalah…

Mungkin dari lima cara tersebut bisa mewakili keingintahuan kita terhadap umur sepeda, maklum.. namanya khan penggemar sepeda tua.. jadi kenali ke’tua’an sepedamu..

Wednesday, April 9, 2014

TIPS MEMBELI SEPEDA ONTHEL


Sepeda onthel, pasti tahu dong dengan sepeda yang satu ini! Ya, sepeda ini memang tergolong sebagai sepeda tua, di masyarakat sepeda ini juga dikenal dengan istilah sepeda unta atau sepeda kebo.

Belakangan sepeda onthel memang begitu digemari. Alasannya, apa lagi kalau bukan karena bentuk sepeda ini yang klasik, sehingga mengingatkan penggunanya akan memori saat kecil yang berkesan jadul.

Nah, bagi onthelis yang ingin membeli sepeda onthel, harus berhati-hati loh. Pasalnya, jangan sampai nanti tertipu oleh penjual. Berikut ini adalaha beberapa tips membeli sepeda onthel dari Boim salah satu anggota ODOB (Onthel Die Oud Batavia).

Jangan terkecoh dengan harga

Jangan pernah terkecoh dengan harga, harga mahal belum tentu jaminan kalau sepeda tersebut bagus dan orisinil.

Lihat kondisi frame

Kondisi frame sangatlah penting, untuk itu Anda harus benar-benar melihat hal ini. Periksa apakah frame sudah keropos, bengkok, atau pernah di las, caranya dengan meraba frame tersebut dengan teliti dan seksama.

Lihat kelengkapan sepeda

Sebaiknya Anda juga harus melihat kelengkapan sepeda, seperti jok, rantai, gir dan lain-lain. Jangan sampai bagian tersebut rusak atau bahkan tidak ada.

Membawa teman

Untuk lebih amannya lagi, sebaiknya ketika Anda membeli sepeda, sebaiknya membawa teman yang lebih paham. Karena dirinya akan mengecek orisinilitas sepeda yang akan Anda beli

Tuesday, April 8, 2014

INVESTASI SEPEDA ONTHEL

Tekun dan menikmati kegiatan berinvestasi yang dijalani. Itulah prinsip yang diterapkan oleh Sri Winanto, Direktur Kepatuhan PT Askap Futures. Dengan begitu, kegiatan berinvestasi tidak hanya untuk mengelola aset tapi juga bisa memberi kepuasan tersendiri bagi diri sendiri. Itulah hal yang ia rasakan sendiri hingga saat ini.

Pertama kali mengawali pengalamannya berinvestasi, pria kelahiran Jakarta ini menjatuhkan pilihan investasi pada instrumen komoditas di bursa berjangka. Kala itu di tahun 1995, ia masih berprofesi sebagai Account Executive di sebuah perusahaan futures di Jakarta. Selama berinvestasi di bursa berjangka itu, Winanto pernah mengalami loss yang cukup besar.

Ketika sekitar tahun 2008 karir profesionalnya meningkat dan menjadi General Manager di Askap, Winanto harus rela berhenti berinvestasi di bursa berjangka. Prosedur perusahaan tempat ia bekerja melarang manajemen berinvestasi di saham maupun futures.

Ia pun mencari instrumen lain dan akhirnya memilih barang-barang antik sebagai sarana berinvestasi. Ia tidak mengkhususkan diri mengoleksi barang tertentu. "Benda apapun yang mempunyai nilai klasik dan menarik pasti saya akan berusaha membelinya," ujar pria berusia 39 tahun ini.

Salah satu koleksi barang antik yang ia banggakan hingga saat adalah koleksi sepeda ontel merek Gazelle. Saat ini Winanto memiliki delapan buah sepeda ontel. Salah satu sepeda koleksinya bernilai lebih dari Rp 70 juta. Menurut dia, memburu barang antik yang benar-benar ia minati adalah hal tersulit sebagai kolektor. Oleh sebab itu, barang-barang antik yang ia miliki itu ia anggap bagaikan emas. "Ini karena mengoleksi barang antik sudah menjadi hobi saya," kata dia.

Sebagai kolektor barang antik, Winarto mengaku sebagai tipe investor moderat. Saat memburu barang antik, ia juga harus mengukur kemampuan pada saat mengajukan penawaran. Jika saat itu ia tidak mempunyai dana yang cukup, maka akan dia lepas.

Pada akhir pekan ini, ia berniat pergi ke Bandung untuk menghadiri festival sepeda ontel. Selain membuka kesempatan untuk berwisata bersama keluarga, momen ini ia manfaatkan untuk menjalani hobi dan investasinya tersebut.

Berniat bisnis UKM

Selain mengumpulkan barang antik, Winarto juga menempatkan sekitar 20% dana investasi di deposito dan sisanya di asuransi. Menurut dia, apapun instrumen investasi yang diambil, seorang investor harus tahu benar posisi keuangannya. Dengan begitu, dana utama untuk keberlangsungan hidup sehari-hari tidak terganggu.

Di usia yang masih relatif muda ini, Winanto masih berfokus untuk menjalani karier profesionalnya. Ia menghitung, sekitar 15 tahun mendatang ketika usia produktif bakal berakhir, ia bermimpi bisa menjalani bisnis di bidang usaha kecil menegah (UKM).

Nah, untuk merealisasikan mimpinya itu, masa produktifnya saat ini akan ia gunakan untuk memupuk modal serta merancang perencanaan yang detil. "Sehingga saat saya sudah tidak lagi menjabat sebagai direktur, saya bisa percaya diri melangkah ke bisnis UKM," kata Winanto.

Menurut bapak satu anak ini, berinvestasi sebaiknya tidak hanya menguntungkan diri sendiri, namun juga bisa membawa berkah bagi orang lain. Dengan berinvestasi di sektor UKM, hal itu bisa terjadi dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat menjadi tujuan mulianya di jangka panjang. "Apalah artinya jika kita memperoleh banyak keuntungan tetapi tidak bisa sekaligus mensejahterakan orang lain di sekitar kita," kata dia

MERAWAT SADEL SEPEDA ONTHEL

Merawat sepeda onthel, memang bisa dibilang susah-susah gampang. Pasalnya, sepeda yang sering disebut sebagai sepeda unta ini terbilang sepeda tua, yang tentunya harus ekstra dalam perawatannya.
Nah, salah satu aksesoris sepeda onthel yang sering dilupakan adalah jok atau sadel. Aksesoris ini terbilang cukup penting, karena jika jok rusak bagaima bisa menggunakan sepeda dengan nyaman. Tidak hanya itu, jika jok tidak sering dirawat maka akan berbau tidak sedap.
Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara merawat jok sepeda onthel yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips merawat jok sepeda dari Boim, salah satu anggota Onthel Die Oud Batavia (ODOB).
Bersihkan Sekali Seminggu
Jangan lupa untuk selalu membersihkan sadel sepeda kesayangan Anda. Minimal seminggu sekali. Hal ini dikarenakan banyak bahan dasar sadel sepeda onthel yang menggunakan kulit. Jadi, jika ada kotoran yang sudah lama menempel tidak akan hilang.
Cara membersihkannya yakni dengan cara dilap menggunakan kain basah secara perlahan. Tidak perlu menggunakan sabun pembersih, karena dikhawatirkan zat kimia yang terkandung di dalamnya justru akan merusak sadel sepeda.
Jangan Terkena Air
Jangan biarkan sadel sepeda Anda terkena air. Berhubung jok sepeda onthel terbuat dari kulit hewan, kalau terkenai air maka akan menjadi hancur. Tidak hanya itu, jika sadel terkena air akan membuatnya lembab dan menjadi bau.
Jemur Sepeda
Jika memang sadel Anda terkena air atau basah. Segera keringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Dengan begitu akan membuat jok sepeda tidak lembab serta menghilangkan bau tidak sedap

SEJARAH SEPEDA GAZELLE

Sepeda merupakan salah satu alat transportasi ramah lingkungan sekaligus menyehatkan bagi tubuh kita. Dari dulu hingga sekarang sepeda menjadi salah satu alat transportasi yang digemari oleh masyarakat. Dari berbagai macam sepeda yang diproduksi, sepeda onthel merupakan salah sepeda yang dilestarikan. Sepeda onthel atau sepeda jawa ataupun sepeda onta, merupakan sepeda yang banyak digemari masyarakat elit pada tahun 1970’an. Disebut sepeda onta dikarenakan bodi yang tinggi dan ban yang berukuran besar 28 inci.
Bermacam macam merek sepeda onthel yang tersebar diindonesia, salah satunya yang paling terkenal Gazelle. Gazelle merupakan sepeda buatan belanda, Williem Kolling dan Rudolf Arentzen adalah pencetus merek Gazelle. Arentzen dan Kolling mulai memproduksi dan menjual sepedanya pada tahun 1902. Dan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam 25 tahun kedepan.
Permintaan domestik dan permintaan international meningkat secara signifikan. Terlebih lagi diindonesia, yang pada masa itu mengalami penjajahan belanda. Sehingga tidak heran banyak sepeda merk Gazelle yang tersebar diindonesia.
Mungkin dari sejarah Gazelle yang produksi asli Belanda, yang merupakan Negara yang gemar akan bersepeda. Sehingga belanda sering dijuluki kota sepeda. Sepeda onthel sempat turun pamor dikarenakan inovasi dari sepeda-sepeda yang lebih modern dan canggih. Namun, karena usia dan kelangkaannya sepeda onthel kini menjadi barang yang diburu oleh sebagian kolektor barang barang langka. Sepeda onthel yang dulu dibuang sekarang dicinta dan dicari, demi hobi, koleksi dan mempunyai nilai prestige bagi sebagian orang. Dan sepeda Gazelle menjadi salah satu sepeda legenda dari negeri Belanda.

SEJARAH SEPEDA ONTHEL SIMPLEX

Tahun 1887 : pabriknya didirikan di Utrecht Stationdwarsstraat (di Jalan Stasiun) dengan nama “Simplex Automatic Machine Company”.
Pendirinya seorang berkebangsaan Inggris, Charles Bingham.

Tahun 1890 : Simplex memulai produksi sepedanya secara lengkap / utuh.
Piet Leeuwenberg dari Dekft pendirinya dan Charles Bingham masuk menjadi dewan direksinya tahun 1893. Keluarga Leeuwenberg menjadi wakil direksinya sampai tahun 1954.
Produksi sepeda Simplex pada tahun1896 telah mencapai 5000 buah sepeda setelah pindah tempat di Overtoom, Amsterdam. Tahun inilah Simplex mendapatkan status sebagai pabrik sepeda terbesar di Amsterdam.
Tahun 1899 : pabrik sepeda ini bernama NV Simplex, pabrik mesin, sepeda, dan motor.
Tahun 1908 : Simplex meluncurkan sebuah model sepeda roda tiga (khususnya untuk mengangkut orang sakit). Model ini secara tidak langsung untuk angkutan jarak jauh.
Tahun 1939 : Simplex memperkenalkan sebuah sepeda alumunium dengan berat 12 kg.
Produksi terhenti akibat perang antara tahun 1943 akhir tahun 1945.
Tahun 1952 : Simplex bergabung dengan Locomotief, dan sekitar tahun 1960 telah menghasilkan 55.000 sepeda. Berarti telah memberikan kontriusi 10% dari produksi sepeda di Belanda.

punya phillips (SOLD)

kondisi masih mulus ,, krom masih bagus,, fungsi masih oke.